FREE SHIPPING SE-INDONESIA

Update Terbaru: Ibu Hamil Sudah Dibolehkan Dapat Vaksin Covid-19

Update Terbaru: Ibu Hamil Sudah Dibolehkan Dapat Vaksin Covid-19

Vaksinasi COVID-19 sudah gencar dilakukan di Indonesia. Namun sayangnya, vaksin COVID-19 yang diberikan untuk ibu hamil, pasca melahirkan dan sedang menyusui belum menjadi prioritas.


Ibu hamil lebih mungkin terkena efek samping dengan mendapatkan vaksin COVID-19 dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Jika Anda hamil, "Anda tetap dapat menerima vaksin COVID-19. Mendapatkan vaksin COVID-19 selama kehamilan dapat melindungi Anda dari penyakit yang bisa jadi lebih parah akibat COVID-19", kutip CDC.

Sebelumnya, karena banyak ahli meragukan keefektifannya, ibu hamil tidak masuk dalam daftar uji klinis vaksin COVID-19. Namun, CDC telah mengumumkan keputusan yang juga membolehkan ibu hamil mendapat vaksin COVID-19.dalam diskusi panjang di Gedung Putih pada Jumat, 23 April 2021. Simak penjabaran berikut ya, moms:

 

1. Tetap Aman Bagi Ibu Pasca Melahirkan Untuk Mendapatkan Vaksin

FILE - In this Thursday, May 7, 2020 file photo, a pregnant woman wearing a face mask and gloves holds her belly as she waits in line for groceries with hundreds during a food pantry sponsored by Healthy Waltham for those in need due to the COVID-19 virus outbreak, at St. Mary's Church in Waltham, Mass. One of the largest reports on Moderna or Pfizer COVID-19 vaccination in pregnancy bolsters evidence that it is safe although more rigorous research is needed. The new evidence from researchers at the Centers for Disease Control and Prevention was published Wednesday, April 21, 2021, in the New England Journal of Medicine. Johnson & Johnson’s now paused vaccine was not included. (AP Photo/Charles Krupa)
Sumber gambar: Pexels

Berdasarkan data yang tersedia, CDC telah menetapkan bahwa aman untuk mendapatkan vaksin COVID-19 meskipun Anda baru selesai melahirkan atau sedang menyusui bayi. Vaksin tidak mengandung virus hidup, jadi divaksinasi tidak menimbulkan risiko bagi bayi. Jika Anda memutuskan untuk divaksinasi untuk virus COVID-19, tidak perlu menunda atau menghentikan menyusui.

Namun, memang di negara lainpun vaksinasi COVID-19 belum diprioritaskan untuk ibu hamil dan ibu menyusui.Ini bukan karena vaksin COVID-19 berbahaya untuk situasi tersebut, tetapi karena belum adanya cukup data untuk menjelaskan manfaat dan efek sampingnya bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Meskipun begitu, berbagai lembaga kesehatan seperti FDA dan WHO telah mewajibkan produsen vaksin untuk melakukan penelitian atau uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan vaksin COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui.

BACA JUGA :Cara Mencuci Bra yang Benar Agar Bersih dan Tidak Mudah Rusak

2. Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui di Indonesia

Centre's Stand On Covid Vaccine For Pregnant Women As Matter Reaches Court
Sumber gambar: Pexels

Sebagai alternatif, terdapat vaksin COVID-19 jenis mRNA. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jenis vaksin ini kemungkinan besar akan digunakan dengan aman pada wanita hamil dan ibu menyusui. Vaksin mRNA tidak mengandung virus, tetapi mengandung komponen genetik yang dirancang khusus untuk menyerupai materi genetik virus, dalam hal ini virus SARS-CoV-2. Setelah berhasil menghasilkan respons imun atau antibodi terhadap virus corona, komponen genetik mRNA akan dihancurkan.

Sudah diketahui bahwa vaksin mRNA lebih aman untuk janin karena tidak akan melewati plasenta. Namun, antibodi yang terbentuk di tubuh ibu dapat melewati plasenta, sehingga janin juga kebal terhadap virus corona sebelum lahir. Vaksin mRNA diketahui 95% efektif. Namun, data tentang keamanan dan efek samping vaksin mRNA serta efek jangka panjangnya pada wanita hamil dan menyusui serta bayinya masih belum pasti.

Vaksin mRNA belum dipasarkan di Indonesia. Namun, pemerintah berencana membeli vaksin dari Pfizer dan Moderna.

3. Ibu Hamil dan Pasca Melahirkan Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

Seputar Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui - Alodokter
Sumber gambar: Pexels

Direktur CDC Rochelle Walensky menyebutkan bahwa , ibu hamil memiliki risiko lebih besar untuk di rawat di rumah sakit dan risiko kematian lebih tinggi akibat terinfeksi COVID-19. Sehingga inilah yang membuat CDC turut merekomendasikan ibu hamil untuk mendapatkan vaksinasi guna melindungi imun tubuh ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Hal ini didasari oleh data analisis skala besar yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine yang menganalisis data dari lebih dari 35.600 wanita hamil yang melaporkan status kesehatan mereka ke CDC antara Desember 2020 dan Februari 2021 setelah mendapatkan vaksinasi dengan vaksin Pfizer atau Moderna. Analisis menemukan efek samping yang dilaporkan oleh wanita hamil tersebut yaitu demam dan sakit kepala, yang dimana sama dengan mereka yang divaksinasi dalam keadaan tidak hamil.

Demikian berita untuk hari ini, jangan takut untuk mendaftarkan diri agar segera divaksinasi ya moms!

Comments 0

Leave a comment