Pita Merah Ditanggal 1 Desember, Makna Dibalik Hari AIDS Sedunia

Pita Merah Ditanggal 1 Desember, Makna Dibalik Hari AIDS Sedunia

"Behind every chronic illness is just a person trying to find their way in the world. We want to find love and be loved and be happy just like you. We want to be successful and do something that matters. We're just dealing with unwanted limitations in our hero's journey." - Glenn Schweitzer


Pada tanggal 1 desember menjadi peringatan hari AIDS sedunia, dengan adanya hari peringatan ini, kira-kira apakah kita cukup aware dengan kondisi AIDS terkini?

Apa Itu AIDS?

aids day

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Penyakit AIDS ini pertama kali ditemukan pada tahun 1988, dan United Nation memutuskan untuk memperingati hari AIDS memberi simbol dengan pita berwarna merah yang mempunyai arti cinta/jantung.

AIDS bisa dibilang bukalah suatu penyakit, karena sebenarnya AIDS merupakan kelanjutan dari kondisi HIV. AIDS merupakan kondisi yang menyerang imunitas tubuh. AIDS tidak bisa dideteksi dengan cepat, justru pada penderitanya gejala awal tidak menampakan sesuatu yang janggal. Penderita akan terlihat sehat-sehat saja, hingga pada saat imun penderita menurun, AIDS akan terdeteksi dengan gejala gejala yang mulai bermunculan. Biasanya virus ini akan terdeteksi pada jangka waktu sekitar 3 minggu - 3 bulan. 

BACA JUGA : OBESITAS SAAT HAMIL? YUK, CEGAH DENGAN MENCEGAH HAL INI MOMS!

Jika penderita melakukan tes terhadap kondisi tubuh, hasil yang didapat akan menyatakan jika  hasilnya negatif. Fase ini dikenal dengan fase ‘window barrier’ dimana kita sebenarnya sudah terinfeksi HIV, tapi pemeriksaan laboratorium masih negatif. Virus akan terdeteksi jika imun penderita berada di titik terlemah. Bahkan ini bisa memakan waktu hingga 5-10 tahun. 


Cara Penularan AIDS

penularan

Apakah AIDS bisa menular? Jawabannya tentu saja bisa. Tetapi AIDS tidak menular seperti virus-virus pada umumnya. AIDS hanya akan menular melalui air liur, cairan sperma, cairan vagina, dan darah. Jadi, untuk ibu menyusui harus berhati-hati dalam menjaga kondisi tubuh dan kualitas ASI yang diberikan kepada sang buah hati. Karena faktanya hingga saat ini para ilmuwan ataupun serikat dokter-dokter sedunia belum menemukan obat sebagai penyembuh dari penyakit AIDS.

 

Fakta AIDS

fact

Berdasarkan data yang didapat dari UNAIDS, pandemi yang terjadi membuat menurunnya angka tes HIV di banyak negara.  65 persen negara-negara di dunia mengakui adanya hambatan dalam pencegahan HIV dan pengobatan AIDS.

UNAIDS mengungkap, proses pengobatan dan pencegahan kematian karena AIDS mengalami peningkatan signifikan dalam 5 tahun terakhir. Sayangnya, tidak demikian dengan laju penularan HIV, yang bertambah 1,5 juta pada tahun 2020.

Laporan ini juga menyebut peningkatan kasus HIV terbanyak terjadi di benua Afrika, dengan 6 dari 7 kasus HIV baru terjadi pada perempuan remaja. Risiko tertular HIV pada kelompok gay, biseksual, pekerja seks, dan pengguna narkoba juga meningkat hingga 25-35 kali lipat.

Tiap tahun, peringatan Hari AIDS Sedunia mengambil tema yang berbeda. Untuk tahun 2021 ini, organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan tema 'End inequalities. End AIDS' atau 'Akhiri ketidaksetaraan. Akhiri AIDS'.

Fokus peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini adalah menjangkau kelompok yang tidak mendapatkan akses layanan terkait HIV. WHO menyerukan para pemimpin untuk mengatasi ketidaksetaraan akses tersebut.

Tetapi kondisi terkini ditemukan bahwa adanya varian virus corona terbaru yang berasal dari Afrika Selatan, yang diberi nama Omicron. Fakta yang di dapat baru-baru ini terkait dengan HIV AIDS, ilmuwan menemukan bahwa varian Omicron ini terdapat pada penderita HIV AIDS.

(source: suara.com, health.detik.com)


Perbedaan Gejala HIV Dan AIDS

AIDS

Jika HIV tidak diobati, maka bisa menjadi AIDS. Kondisi ini merupakan tahap ketiga dan paling lanjut dari infeksi HIV. Seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan mengalami gejala awal, seperti:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan selangkangan
  • Ruam kulit.

Sementara itu gejala jika seseorang mengalami AIDS di antaranya:

  • Penurunan berat badan tiba-tiba.
  • Keringat malam.
  • Demam yang terus kambuh.
  • Merasa sangat lelah tanpa alasan.
  • Diare yang berlangsung lebih dari seminggu.
  • Luka di mulut, di daerah anus, atau di alam kelamin
  • Radang paru-paru.
  • Bercak di kulit atau di dalam mulut, hidung, atau kelopak mata.
  • Masalah memori.
  • Depresi.

BACA JUGA: MERAWAT WAJAH PADA MASA KEHAMILAN, SIMAK 8 REKOMENDASI SKINCARE YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL

 

Beberapa Langkah Pencegahan Terhadap HIV Dan AIDS

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), National Institutes of Health, dan sumber lainnya, penularan HIV dapat dicegah dengan: 

  1. Hindari Penggunaan Narkoba

drugs

    Hindari menggunakan narkoba, apalagi berbagi jarum suntik dengan orang lain. 

    1. Jangan Menjadi Donor Bila Positif

    donor darah

      Jika seseorang dinyatakan positif HIV, maka dirinya tidak diperbolehkan mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, atau sperma.

      1. Praktik Seks Yang Aman

      Terapkan praktik seks yang aman. Misalnya, menggunakan kondom lateks untuk mencegah penularan HIV. Selain itu, hindarilah untuk bergonta-ganti pasangan seks. 

      1. Sunat Pada Pria

      Terdapat beberapa studi dan bukti yang mengatakan bahwa, sunat pada pria dapat membantu mengurangi risiko tertular HIV.

      1. Hindari Kontak Dengan Darah

      darah

      Penularan HIV juga bisa dicegah dengan menghindari kontak dengan darah. Bila tak memungkinkan, kenakan pakaian pelindung, masker, dan kacamata saat merawat orang yang terluka.

      1. Tes HIV Secara Rutin

      test

        Tes HIV sebaiknya dilakukan oleh tiap individu, terutama di usia 13-64 tahun (terutama aktif secara seksual, pekerja medis, atau orang yang rentan terkena), sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan secara rutin.

        Bagi kamu yang ingin melakukan tes HIV, kamu dapat memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantri sesampainya di rumah sakit. 

        1. Ibu Hamil Diskusikan Dengan Dokteribu hamil

        Ibu hamil yang mengidap HIV harus berbicara dengan dokter mengenai risiko terhadap janin mereka. Mereka harus mendiskusikan metode untuk mencegah bayi mereka terinfeksi, seperti minum obat antiretroviral selama kehamilan. 

        1. Lakukan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP)

        prep

        Lakukan post-exposure prophylaxis (PEP) atau profilaksis pasca pajanan, jika kamu pernah terpajan HIV. Jika kamu merasa telah terpapar melalui seks, jarum suntik, atau di tempat kerja, segera hubungi dokter atau pergi ke unit gawat darurat.

        PEP adalah bentuk perawatan untuk mencegah HIV, yang biasanya dilakukan setelah terjadi tindakan-tindakan yang berisiko menyebabkan HIV. Lakukanlah PEP sesegera mungkin dalam 72 jam pertama, karena prosedur ini dapat mengurangi risiko terinfeksi HIV. Dalam perawatan PEP, seseorang nanti akan diberikan obat-obatan yang perlu dikonsumsi kira-kira selama 28 hari.

        1. Jujur Pada Pasangan

        jujur pada pasangan

          Cara mencegah penularan HIV bisa dilakukan dengan memberi tahu atau jujur pada pasangan bila mengidap HIV. Bagi seseorang yang mungkin memiliki beberapa pasangan seksual, penting untuk memberi tahu mereka mengenai kondisi tersebut. Mintalah mereka untuk melakukan tes HIV. 

          BACA JUGA : 10 HAIR MASK INI BISA MENGATASI PERMASALAHAN RAMBUT SINGA KAMU

          Beri tahu pasangan seksual jika kamu mengidap HIV. Penting untuk memberi tahu semua pasangan seksual saat ini dan sebelumnya bahwa kamu positif HIV. Mereka perlu diuji.

           

          1. Olahraga Dan Hidup Sehat

          olharag

          Bagi penderita HIV/AIDS yang mudah merasa lelah dengan kegiatan yang tidak menentu, tetap dianjurkan untuk melakukan pergerakan tubuh atau berolahraga yang sewajarnya. Penderita HIV/AIDS dapat melakukan olahraga seperti lari dan aerobik yang menjadi olahraga yang cukup tepat intensitasnya bagi penderita HIV/AIDS.

          Untuk menjadikan olahraga saran pencegahan AIDS, pastinya rocketers membutuhkan sportwear yang sangat nyaman serta dapat menyerap keringat. Pinkrocket akan merekomendasikan sportswear dari MOLLIFIX.

          Semua produk dari MOLLIFIX mempunyai bahan yang breathable dan dilengkapi dengan teknologi moisture wicking dimana dapat menyerap cairan dalam waktu 1 menit. Sehingga rocketers tidak perlu khawatir lagi untuk mmemakai sportswear sehabis olahraga dan menjadi iritasi akibat biang keringat yang tak kunjung kering. 

          Sportswear dari MOLLIFIX mempunyai 3D padding jadi dapat membuat payudara terlihat 1 cup lebih bulat serta berisi. Tidak hanya itu, seamless sportswear dari MOLLIFIX tidak membuat payudara melorot.

          So, para rocketers dapat berolahraga dengan aman dan nyaman serta penih dengan percaya diri untuk mendpaatkan bentuk badan dan menjaga kesehtan yang diimpikan,


          Pentingnya kepedulian kita terhadap penyakit HIV dan kondisi penderita AIDS, untuk mendukung dan mensupport pengobatan yang dilakukan untuk sembuh. Sekiranya dengan sedikit informasi yang pinkrocket sampaikan bisa berguna untuk rocketers agar lebih berhati-hati dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika terdapat penderita AIDS di sekitar rocketers.

          Comments 0

          Leave a comment