FREE SHIPPING SE-INDONESIA

Melepaskan Benda-Benda Tak Terpakai

Melepaskan Benda-Benda Tak Terpakai

Sometimes you need to let things go.


Pernah ga sih kamu pulang, sedang lelah-lelahnya, kamu malah disuguhi dengan pemandangan tumpukan majalah yang tak sempat kamu baca, lemari baju yang berantakan, barang-barang lain yang berserakan di lantai? Well, you are not alone!

Beberapa studi menunjukan bila hal-hal ini memiliki banyak dampak negatif. Meski begitu, rasanya sulit sekali untuk melepas barang-barang yang sudah menjadi milik kita. Apa sebab sebenarnya?

1. Barang-barang kita memiliki nilai sentimental

Alasan paling umum kita berpegang pada sesuatu adalah karena kita makhluk sentimental. Seperti sebuah kaos dari konser pertama kita, memori dan cerita yang ada di baju itu membuat semakin sulit untuk berpisah.

Ada juga studi yang menemukan bila berpisah dengan barang yang kita miliki bisa menimbulkan rasa kehilangan dan kesedihan yang nyata—bahkan depresi.

Jika kamu tergoda barang tersebut untuk nostalgia, ambil fotonya dan tulis beberapa kalimat tentang pentingnya barang itu.

 

2. Khawatir jika akan ada yang dibutuhkan lagi di waktu mendatang

Ini adalah salah satu alasan paling berbahaya di luar sana. Inilah juga alasan kamu memegang semuanya termasuk crayon rusak, cangkang lipstick kosong, hingga buku tulis lama. Namun ada bedanya membutuhkan sesuatu dan 'mungkin' membutuhkan sesuatu.

Sebaiknya kita bertanya pada diri sendiri kapan terakhir kali kita menggunakan barang tersebut. Jika sudah menginjak lebih dari satu tahun, kamu bisa melepaskannya. Lagi pula, jika dibutuhkan di masa mendatang, kamu bisa meminjam atau menyewanya.

 

3. Merasa bersalah jika menyingkirkan barang pemberian orang

Jika kamu adalah orang yang sangat menghargai relasi dengan orang lain, rasanya akan lebih sulit melepas hadiah pemberian orang lain. Melepaskan hadiah yang tak terpakai rasanya seperti membuat kita tak setia dengan si pemberi. Coba serahkanlah barang tersebut pada tangan orang yang akan menghargainya.

BACA JUGA: MENGHADAPI 'IMPOSTOR SYNDROME'

 

4. Tidak rela karena uang yang sudah kita keluarkan

Biasanya, kita enggan melepas sesuatu karena uang banyak yang telah kita habiskan untuk itu. Hal itu bisa berupa blender mahal dan besar yang tak pernah kamu gunakan, mantel musim dingin yang membuatmu, atau bahkan perabot yang kamu beli karena lucu. Namun, hanya karena kita menghabiskan uang untuk sesuatu pada satu titik, tidak berarti kita masih memiliki nilai uang tersebut. Tanyakan pada diri sendiri apakah nilai uang tersebut sepadan dengan ruang yang digunakan di rumah. 

 

5. Melekatkan impian dan harapan pada barang

Terkadang, saat kita melepaskan sebuah barang, kita juga mengucapkan selamat tinggal pada harapan yang barang itu wakili.

Kita menyimpan sekardus art supplies karena suatu hari kita akan membangun rumah boneka. Kita menyimpan tumpukan majalah karena suatu hari kita akan mengikuti cara memasak lasagna sesuai majalah. Atau baju kekecilan yang disimpan dengan harapan kita bisa menurunkan berat badan drastis. Terus dan terus begitu sampai semua barang berdebu dan tak pernah kita sentuh.

Mungkin rasanya seperti menyerah pada mimpi. Tetapi sesulit apa pun untuk melepaskan, jauh lebih sulit mempertahankan sesuatu yang tidak membawa sukacita ke dalam hidupmu.


Semakin banyak yang kita bersihkan, semakin sadar juga kita tentang hal-hal yang sebaiknya kita simpan, buang, atau cari dalam hidup kita. Sedikit ruang kosong membantu memberi ruang untuk cara hidup baru yang memungkinkan terciptanya hubungan kuat melalui kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

Daripada bersedih, pikirkan seperti ini: menyingkirkan kekacauan ini adalah bentuk utama dari self-care.

Comments 9

oky on

iya bener

Gladys on

sumpah gue banget yg selalu simpen barang apapun itu sekecil apapun itu karena memorinya cuuyy😭👍🏻

Udin on

Silit memang

Devie on

Arigatouu

anya on

mau gini susah bgtt😭

dhey on

gue pribadi semisal mau beli baju mih, pasti harus ada 1 baju lama yg dikeluarin dari lemari. entah mau dihibahkan ke orang lain atau dijual. jadi isi lemari gue gak pernah numpuk

pin on

asli, lagi coba minimalism nih, langsung plong kosong

agata on

ini kayak kon-mari nya si marie kondo kan ya?

bono on

emg sulid

Leave a comment